Jumat, 16 Desember 2016

Membuat Situs Jejaring Sosial Sendiri, Problem Webmaster Indonesia

SORAYA.web.id/catatan: Merupakan kebanggaan dan kesenangan sendiri bagi para webmaster dan blogger, jika situs mereka bisa berkembang besar dan ramai dikunjungi oleh pengguna online dari mana saja.

soraya webmaster blogger wanita Indonesia

Di antara problem terbesar, para webmaster Indonesia ketika membuat, mengelolah, dan menjalankan situs jejaring sosial sendiri (secara personal non-perusahaan), baik untuk tujuan bisnis ataupun sekedar untuk kesenangan saja, antara lain:
  • Kurangnya pemahaman tentang script web sosial yang digunakan. Penyebabnya, karena webmaster menggunakan script yang dibeli atau menggunakan script jejaring sosial gratisan yang tersedia. Akibatnya, ketika terjadi kendala error script di saat pengeditan, admin webmaster pengelolah kebingungan untuk membetulkannya. Pada saat yang sama, website sedang ramai pengguna yang aktif.
  • Kurangnya dana (uang) untuk mengupgrade server (baik sistem maupun kapasitas space hardisk, processor, dll). Entah awalnya hanya ingin coba-coba atau kurangnya managemen keuangan, beberapa situs jejaring sosial milik webmaster Indonesia yang mulai berkembang dan ramai pengguna aktif dan pengguna baru yang mau bergabung , hanya mampu bertahan hingga maksimal 1000 pengguna yang aktif secara bersamaan. Selanjutnya, website sosial mereka down alias tidak dapat lagi diakses (web server down)
http://friendster.id/soraya
http://katkit.net/profile/soraya
http://bloger.mobi/

Sebenarnya kendala di atas, tidak hanya dihadapi oleh para webmaster Indonesia, namun juga oleh webmaster dari luar.

Contoh baru-baru ini, webmaster dari India, pengelolah mywapblog.com jejaring sosial gratis yang bertemakan mobiling blogger ini, terpaksa menutup situsnya. Padahal, layanan gratis nya sangat disukai oleh pengguna dari kalangan muda dan remaja Indonesia.

Contoh Lainnya adalah bligoo.com, jejaring sosial gratis dan premium yang juga bertemakan blogging. Sang pengelolah terpaksa menutup layanannya sejak juni 2016 lalu.

Harus Punya Modal Besar
Intinya, mengelolah situs jejaring sosial yang bersifat publik, baik sekedar untuk kesenangan (tidak menjalankan iklan), maupun untuk bisnis (cari uang), diperlukan skill dan modal uang yang tidak kecil.

Sebagai catatan, sebelum anda memutuskan ingin membuat dan mengelolah website sosial sendiri model facebook, twitter, dan sejenisnya, coba hitung menggunakan teori matematika bisnis problem sosmed berikut ini:
Coba anda hitung saja, jika setiap pengguna sosmed mengupload gambar atau video ukuran sebesar 2 MB per-5 menit saja, maka berapa besar kapasitas hardisk dan processor server yang diperlukan untuk memproses permintaan, ketika ada 1000 pengguna yang mengupload file dalam waktu yang bersamaan. Sekarang, coba bayangkan jika pengguna mencapai seratus ribu atau sejuta pengguna. Bayangkan jika itu tidak hanya sekali saja, tapi 24 jam non-stop seperti facebook, youtube, dll.
Sosmed Perusahaan Besar
Kendala terbesar untuk sekelas perusahaan di mana mereka memiliki modal yang kuat untuk menjalankan bisnis dari situs jejaring sosial yang mereka jalankan, adalah penghasilan dari iklan web sosial yang kurang atau lebih kecil dibandingkan dengan biaya pengelolaan web sehingga mereka terpaksa menonaktifkan sosmed mereka atau menjualnya kepada perusahaan pihak ketiga, andaikata ada yang bersedia membelinya. Contoh seperti ini bahkan pernah dialami oleh perusahaan-perusahan internet terkemuka di dunia seperti google, yahoo, dll di mana mereka terpaksa menutup beberapa situs jejaring sosial mereka, baik karena alasan tidak menghasilkan ataupun membuat jejaring sosial yang baru.

Penawaran Untuk Anda: Jasa Pembuatan Website dan Blog
Buat Tautan ke Postingan ini: Membuat Situs Jejaring Sosial Sendiri, Problem Webmaster Indonesia

Animasi Button Soraya: Animasi Soraya copy dan paste di widget sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Lokasi: South Jakarta, South Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta, Indonesia

Komentar Pesbuker: Membuat Situs Jejaring Sosial Sendiri, Problem Webmaster Indonesia