Minggu, 18 September 2016

Hashtag Caper (Cari Perhatian) di Dunia Maya (Sosmed)

Dalam bahasa Gaul, kata Caper adalah singkatan dari 2 suku kata yaitu Cari Perhatian. Berikut ini tidak membahas tentang arti kata, namun menjawab tentang pertanyaan, Apakah Caper itu dibolehkan dalam aturan dunia maya khususnya di situs sosial media?

Pertanyaan di atas berdasarkan temuan dari sebuah akun twitter yang menggunakan DP profile wanita, yang menyerang akun lain seorang blogger (yang diikutinya yg juga berstatus wanita). Menyerang dengan twitan kata-kata mengejek, merendahkan, mencemooh, menghina, dll. Kemarahan dan penyerangan tidak diketahui apa sebab pastinya, karena wanita yg diserang (akun blogger yang sebelumnya pernah diikutinya) sama sekali tidak mengetwit kata2 atau kalimat yang menyinggung atau mengatai nama wanita si penyerang.
Setelah diselidiki, ternyata penyebabnya hanyalah karena wanita si penyerang ini telah menganggap blogger wanita tersebut telah caper dan selalu menggunakan hashtag (hestek) di setiap twitannya di twitter.
Di antaranya, seperti terlihat dalam gambar (image) di bawah. Beberapa twit tidak pantas lain hingga twit yang mengarah pada tuduhan/fitnahan pada teman2 blogger yang diserang, sengaja tidak kami tampilkan dan demikian pula dengan gambar DP dan nama akun si penyerang, kami samarkan.

caper di dunia maya
Jawaban Singkat untuk pertanyaan di atas
Boleh tidaknya caper di dunia maya tergantung peraturan di situs sosmed mana anda melakukannya. Selain itu, juga tergantung dari peraturan Undang-Undang IT di negara mana anda tinggal.

Hampir semua sosmed menyediakan minimal 2 opsi pilihan untuk menampilkan berita status: bersifat publik dan bersifat tertutup.

Ketika anda memilih opsi yang bersifat publik, maka artinya anda menginginkan bahwa berita status anda dapat dibaca, dilihat, diperhatikan, disukai (like), dibagikan (reshared), ditonton, dikomentari (jika opsi komentar disediakan), dll oleh semua orang di publik dunia maya atau setidaknya oleh semua pengguna di situs sosmed tempat anda bergabung. ARTINYA: semua akun dengan OPSI yang BERSIFAT PUBLIK adalah Caper (dalam tanda kutif tidak berkonotasi negatif).

Bahkan ketika anda memilih OPSI TERTUTUP pun, maka di saat anda memposting berita, sebenarnya anda pun sedang caper kepada semua akun yang berada dalam lingkaran tertutup anda.

Dalam bahasa lain, semua pengguna sosmed adalah caper kecuali mereka yang bergabung di sosmed hanya untuk mencari berita atau membaca berita di sosmed, dan mereka sama sekali tidak memposting berita apapun. Intinya, ketika anda memposting berita publik, maka anda sudah termasuk caper sebab anda menginginkan berita anda dibaca, dilihat, ditemukan, ditonton, dilike, direspon, oleh orang lain.

Penggunaan Hashtag di Twitter
Penggunaan hashtag di twitter adalah tindakan legal yang dibolehkan oleh twitter selama tidak dimaksudkan untuk spam. Bahkan menurut kami, fitur hashtag yang disediakan adalah salah satu di antara keunikan dan kelebihan yang dimiliki oleh twitter dan kemudian ditiru oleh beberapa sosmed besar lainnya seperti Facebook dan Google Plus, termasuk juga situs-situs berita lokal Indonesia.

Hashtag mungkin menyerupai fungsi tag label di postingan blogpot untuk pencarian postingan berita dalam kategori kata atau kalimat tertentu. Khusus pada twitter, selain berfungsi sebagai pencarian kata, hashtag juga merupakan kata penekanan (kata pressur) yang dapat disertakan dalam twit dan juga sebagai cara untuk memberitahukan pengguna twitter lainnya untuk bisa menelusuri twit lain yang berbicara tentang hashtag yang sama.

Twitter bahkan menampilkan hashtag populer (tren topik) yang sedang diperbincangkan perdaerah dan negara di bagian kiri sidebar (akses via laptop), tidak lain sebagai pemberitahuan sekaligus mengundang semua pengguna twitter untuk membaca ataupun berinteraksi dalam tren topik tersebut.

Jadi jika akun penyerang ini mengatakan dalam twitnya:
itu yg ngakunya blogger (identitas akun yang diserang: red) amatiran bgt tiap TT dan hestek di jadiin tweet caper bgt biar ada yg visit blognya ya?
maka kemungkinan pemilik akun ini tidak memahami dengan baik fungsi hashtag di twitter dan apa yang dimaksud dengan caper. 

Setelah meneliti kondisi akun twitter tersebut pertanggal 18/09/2016, dilihat berdasarkan jumlah twit, pengikut dan mengikuti yang masih sangat sedikit, kemungkinan pengguna ini masih baru di twitter (namun indikasi ini tidak selamanya benar, disebabkan kemungkinan adanya pengguna yang login namun tidak mengupdate berita).

Paling tidak bisa difahami, bahwa pengguna termasuk orang yang tidak aktif dalam ngetwit ataupun berinteraksi dengan pengguna lain melalui fitur reply, retweet, dll kecuali hanya sesekali mengupdate berita namun dengan kata-kata hujatan dan tuduhan pada pihak tertentu seperti mengatain orang lain bego, bodoh, ataupun tuduhan yang mengarah kepada fitnah, dll seakan-akan yang bersangkutan lebih pintar dari pada orang yang dikatainya.

Selain itu, ketika pengguna ini mengatai akun yang diserangnya sebagai caper disebabkan akun yg diserang senang menggunakan hashtag (hestek), hal ini seperti mengatai diri si penyerang sendiri, karena kami menemukan dalam setiap kali ngetwit, si penyerang ini pun hampir selalu menggunakan hestek yang sedang populer. Artinya akun wanita si penyerang ini pun tak luput dari penggunaan hestek. Dalam bahasa lain: Si pengguna telah menunjukkan kebodohannya sendiri tanpa disadarinya.

Hal Lainnya,
Ketika si akun penyerang ini menghubungkan antara tindakan yang dinilainya caper dan hujatannya kepada akun yang diserang sebagai blogger amatiran (dalam konotasi negatif mengatai), kami pun mencoba meneliti lagi profil dan semua twit di akun yang bersangkutan, dan hasilnya kami tidak menemukan yang bersangkutan sebagai penulis salah satu blog manapun (tertanggal 18/09/2016), sehingga asumsi sementara menjelaskan bahwa yang bersangkutan sama sekali tidak mengerti tentang dunia blogging, namun herannya sangat sombong menghina seorang blogger yang aktif, sebagai blogger amatiran dalam versi negatif di pikirannya.

Selain itu, di antara kata-kata si penyerang yang mengindikasikan bahwa yang bersangkutan sedikitpun tidak memahami bahwa setiap blogger aktif akan berusaha sesuai waktunya untuk mempromosikan blog, dapat dilihat dalam kalimat pertanyaannya: .... biar ada yg visit blognya ya? Jika pertanyaan ini dijawab dengan kalimat pertanyaan berikut ini: Apakah ada blogger yang memposting artikel blognya untuk publik kemudian tidak ingin blognya dibaca (di-visit)? Jawabannya tentu tidak, karena semua postingan blog publik berarti dimaksudkan untuk dibaca oleh semua orang atau sesuai dengan target user / wilayah yang ditentukan (jika telah diatur). Artinya, tentu saja biar ada yang visit blognya. Dalam bahasa lain, inilah pertanyaan bodoh yang diajukan kepada blogger yang mempublikasikan blognya secara publik.

Selain itu, dalam dunia blogger dan hampir semua pemilik situs yang aktif, pemanfaatan berbagai sosmed gratis termasuk twitter untuk mendapatkan pengunjung gratis ke situs mereka adalah hal yang sudah biasa dilakukan, bahkan termasuk bagian dari praktek blog walking dan link building yang lazim dalam SEO (mempromosikan blog gratis via sosmed). Bahkan di antara mereka yang memiliki modal, ada yang melakukan promosi dengan membayar iklan demi mendapatkan kunjungan ke blog atau situs mereka. Inilah yang tidak difahami oleh akun si penyerang di atas.

Tiap Detik Ngetwit
Kata-kata lain dalam twitan si penyerang ini sebagai serangan lanjutan kepada akun yang diserangnya akibat menilainya sebagai caper adalah:...
tiap detik ngetweet emang kaga punya kehidupan nyata lu miris banget hidup di dumay.
FROM INTERNET WELLCOME TO THE WORLD
Beberapa akun tertentu di twitter dikerjakan oleh robot (menggunakan aplikasi pihak ketiga) yang mampu ngetwit dan mereply dengan cepat dan non-stop secara otomatis, selainnya, adalah akun yang ditwit secara normal oleh orang.

Pengalaman kami sendiri selama menggunakan twitter, hanya mampu aktif secara normal terus menerus antara 30 menit / 1 jam dalam skala waktu yang tidak bisa ditentukan di siang hari ataupun malam hari, dan bisa berulang mengingat dapat diakses via handphone, dan terkadang menyesuaikan dengan berita populer dan mood tertentu yang disukai menjadi tren atau ketika ada reply yang masuk. Pada pengguna tertentu, skala waktu aktif bisa di bawah 1 jam dan bisa juga lebih.

Ketika anda mengikuti suatu akun di twitter anda harus memahami tentang tipe berita atau karakter twittan akun yang ingin anda ikuti. Berdasarkan pengalaman kami, Kami menemukan beberapa jenis akun yang khusus pada topik tertentu seperti topik cinta, topik quote/motivasi, topik berita umum, topik jualan, topi curhatan, akun perusahaan, topik politik, ekonomi, cuaca, daerah, dll. Selain itu, ada ribuan jenis akun personal dengan konten twitan bersifat bebas dan tidak terikat pada topik tertentu dan hanya ngetwit berdasarkan mood si pemilik akun atau tren yang sedang berkembang.

Akun personal tidak terikat, biasanya akan ngetwit apa saja sesukanya dan terkadang menggunakan bahasa gaul atau ngetwit tentang apa yg sedang dialami. Misalnya: ...wow seger banget abis mandi...dll

Nah, pastikan anda mengikuti akun dengan jenis topik yang memang anda sukai. Misalnya jika anda tidak menyukai akun politik, namun anda coba-coba mengikutinya. Kemudian di beranda anda banjir berita dan obrolan politik yang membuat anda panas alias gerah, maka itu kesalahan anda dan tidak perlu anda menghujat akun tersebut karena setiap detik atau setiap ngetwit hanya masalah politik saja.

MIRIS kah?
Terlepas dari itu, pantaskah anda menilai MIRIS kehidupan orang lain hanya berdasarkan dari melihat keaktifannya di dunia maya?

Yang perlu anda fahami, di antara pengguna dunia maya sosmed adalah para pebisnis online, kehidupan nyata mereka bahkan sangat bergantung dari keaktifan mereka di dunia maya ini. Di antara mereka bahkan adalah para pengusaha kaya dunia maya, yang meraup milliaran rupiah bahkan trilliunan rupiah melampau dari penghasilan kecil anda yang sangat miris.

Bahkan ketika lo mengatakan: kehidupan nyata lu miris banget hidup di dumay, namun dipublikasikan via twitter, maka di saat yang sama lu mungkin belum pernah membaca berapa trilliun kah penghasilan owner si pemegang saham twitter itu jika dibandingkan dengan kehidupan lo yang mungkin lebih susah dan miris? Dan masih banyak lagi pengusaha kaya lainnya yang mengandalkan dunia maya, sebut saja pemilik facebook (dengan penghasilan tiap bulan di atas perkapita hasil Kota Jakarta), pemilik google, dll.

Di Indonesia, ada tokobagus, lazada, OLX, forum kaskus, dll yang masing-masing telah menjadi perusahaan dunia maya di Indonesia dan memiliki karyawan tetap.

Mungkin terlalu jauh jika dibandingkan dengan dedengkot para pengusaha kaya online di atas, tidak sedikit blogger dan webmaster Indonesia serta youtuber Indo, yang sangat aktif di dunia maya, namun kehidupan nyata mereka tidaklah miris bahkan sangat senang dan bahagia dengan penghasilan jutaan rupiah perbulan dari dunia maya.

Penutup
  • Sebaiknya, hindarilah sifat iri dan dengki, sebab jika sifat iri dan dengki masih menghiasi hati dan pikiranmu, kuatirlah jika dirimu dalam kendali bisikan jin dan manusia ~setan
  • Sebelum anda menilai orang lain Caper, tanyakanlah diri anda, apakah anda tidak caper saat ngetwit atau menupdate berita?
  • Jangan menghujat orang lain negatif, jika anda sendiri mungkin jauh lebih negatif.
  • Jika anda mengikuti (ngefollow) berita suatu akun, dan kemudian anda tidak suka dengan keluhannya, curhatannya, beritanya, candanya, bahasanya, catatannnya, maka anda tidak perlu menghinanya, anda hanya cukup berhenti saja mengikutinya (unfollow) tanpa harus menambah dosa bagi diri anda dengan menghinanya secara publik kemudian menfitnah teman-temannya.
Semoga bermanfaat !!!

Hashtag Lainnya di Twitter:
#Peribahasa Kekinian ->http://bit.ly/peribahasagaul
#Indonesiaku ->http://bit.ly/lombaibu
Buat Tautan ke Postingan ini: Hashtag Caper (Cari Perhatian) di Dunia Maya (Sosmed)

Animasi Button Soraya: Animasi Soraya copy dan paste di widget sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Hashtag Caper (Cari Perhatian) di Dunia Maya (Sosmed)