Tentang Hari Jum`at

Soraya Blog. Berdasarkan kalender Islam tentang urutan hari dalam seminggu, hari Jumat adalah hari keenam dalam satu pekan. Kata Jumu'ah dipakai menggantikan kata sittah (ستة) atau sittat yang artinya 6 (enam).

Arti Kata Jum`at

Kata Jumat diambil dari Bahasa Arab, Jumu'ah yang berarti beramai-ramai, memiliki akar sama dengan kata Jama' yang berarti banyak dan juga Jima' yang artinya bergabung. Diambil dari tata cara ibadah kaum Muslim yang dilakukan pada hari ini, yaitu sholat Jum`at (Arab: صلاة الجمعة Salāt al-Jum`ah).

jumatberkah keutamaan hari jumat

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah telah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya.

Apa yang membedakan antara hari Jum`at dan hari lainnya?

Untuk menjawab pertanyaan ini dengan benar, kita tentu harus menelitinya melalui al-Qur`an dan al-Hadis. Ada banyak hadits yang menjelaskan keutamaan dan kekhususan hari Jumat dibandingkan dengan hari-hari yang lain.

Lihat Hashtag Lainnya:

Menurut penelitian Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahulloh dalam kitabnya Zaadul Ma’ad tentang berbagai hadis yang berkaitan dengan hari Jum`at, paling tidak ada 33 kekhususan hari Jumat dari hari-hari yang lain.

Dalam kitab Al Lum’ah fi Khashoish Al Jumu’ah karya cendikiawan mulim yang bermana Al Hafizh Suyuthi menyebutkan hadits-hadits yang sangat banyak -termasuk diantaranya hadits-hadits lemah- yang menerangkan keutamaan dan kekhususan Jumat. Suyuthi berkesimpulan setidaknya ada 101 kekhususan Jumat dari hari selainnya.

Selain ke-2 cendikiawan muslim di atas, anda bisa secara langsung menelusuri melalui 6 buah kitab hadis (كتب الستة) yang sudah populer di kalangan para Ulama peneliti hadis.

Keistimewahan dan Keutamaan Hari Jum`at

Berikut ini adalah keistimewahan dan keutamaan hari Jum`at yang otomatis menjadi keberkahan hari Jum`at itu sendiri yaitu:

1. Perintah Melaksanakan Sholat Jum`at

Adanya perintah Allah untuk melaksanakan Sholat Jum`at bagi pria muslim yang tidak diperintahkan pada hari-hari lainnya. Hukum dari Sholat Jumat adalah fardlu 'ain bagi laki-laki yg telah baligh. Berdasarkan Ayat dan Hadits berikut ini:

Allah berfirman dalam QS. Al-Jumu'ah:

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوۤاْ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْاْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan sholat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS. 62:9)

Dari Thariq bin Syihab radhiyallahu `anhu bahwa Rasulullah Saw bersabda :
Shalat Jumat itu adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan berjamaah, kecuali atas 4 orang, (yaitu) Budak, Wanita, Anak kecil dan Orang sakit." (HR. Abu Daud)

Dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu `anhuma, bahwa mereka mendengar Rasulullah Saw bersabda di atas mimbar:

لَيَنتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الجُمُعَةَ أَوْ لَيَخْتَمَنَّ الله عَلَى قُلُوْبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُوْنَنَّ مِنَ الغَافِلِيْنَ

Hendaklah orang-orang berhenti dari meninggalkan shalat Jumat atau Allah akan menutup hati mereka dari hidayah sehingga mereka menjadi orang-orang yang lalai." (HR. Muslim) 

2. Hari Jum`at Merupakan Hari Raya Setiap sepekan.


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
« إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ »

Dari Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma berkata Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya hari ini (Jumat) Allah menjadikannya sebagai hari Ied bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang menghadiri shalat Jumat hendaknya mandi, jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah. (HR. Ibnu Majah dan haditsnya dinyatakan hasan oleh Al Albani) 

3. Hari Jum`at Termasuk Hari Mustajab Untuk Berdoa

Di antaranya disebutkan dalam beberapa hadis di bawah ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا 

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda tentang hari Jumat:
Pada hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan niscaya Allah akan memberikan permintaannya”. Beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Burdah bin Abu Musa al-Asy'ari - rodhiyollohu 'anhu - , katanya: "Abdullah bin Umar - rodhiyollohu 'anhu- berkata:
Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menceritakan tentang Rosululloh – sholollohu ‘alahi wasallam - dalam hal sholat Jum'at?" Ia berkata: "Saya -Abu Burdah- menjawab: "Ya, saya pernah mendengar ia berkata: "Saya mendengar Rosululloh – sholollohu ‘alahi wasallam - bersabda: "Waktu yang mustajab itu ialah antara duduknya imam -maksudnya khatib, yang dalam dua khutbah diselingi dengan duduk sesaat-." (Riwayat Muslim)

Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dari Jabir rodhiyollohu 'anhu bahwa Nabi Muhammad - sholollohu'alaihi wasallam - bersabda:
Hari Jum’at itu dua belas jam, tidaklah seorang hamba yang muslim memohon kepada Allah sesuatu pada hari itu kecuali Beliau akan memperkenankan permohonan hamba -Nya itu, maka carilah dia pada akhir waktu Ashar” (HR. An-Nasa’i: no: 1389).

Ibnu Qoyyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya sholat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

Pendapat inilah, yakni di saat duduknya Khotib dan di akhir Ashar di hari Jum'at, yang dipegang oleh sebagian besar golongan salaf, dan telah didukung oleh berbagai hadits. Adapun tentang hadits riwayat Abi Musa yang sebelumnya maka hadits tersebut memiliki banyak cacat dan telah disebutkan oleh Al-hafiz Ibnu Hajar di dalam kitab Fathul Bari.

4. Hari Jum`at Adalah Hari Yang Paling Utama (Afdhal)

Berdasarkan penjelasan dalam hadis yang sampaikan oleh Aus bin Aus radhiyallohu anhu di bawah ini:

عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : » إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ (رواه أبو داود والنسائي وابن ماجه وأحمد)

Dari Aus bin Aus radhiyallohu anhu berkata Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda:
Sesungguhnya hari yang afdhal bagi kalian adalah hari Jumat; padanya Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari Jumat juga sangkakala (pertanda kiamat) ditiup dan padanya juga mereka dibangkitkan, karena itu perbanyaklah bershalawat kepadaku karena shalawat kalian akan diperhadapkan kepadaku” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat yang kami ucapkan untukmu bisa diperhadapkan padamu sedangkan jasadmu telah hancur ?” Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bagi tanah untuk memakan jasad para nabi" (HR. Abu Daud, Nasaai, Ibnu Majah dan Ahmad dengan sanad yang shohih)

Dalam sebuah riwayat lainnya, Rasulullah pernah bersabda:
Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.[Riwayat Muslim]

Menurut Ibnu Qoyyim berkata: "Sedekah pada hari itu (hari Jumat) dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Pernyataan Ibnu Qayyim dengan menyertakan hadis di bawah ini:
Hadits dari Ka'ab - rodhiyollohu 'anhu - menjelaskan:
Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya.(Mauquf Shahih)

5. Hari Jum`at adalah Hari Pembeda Antara Umat Rasulullah dan Umat Sebelumnya

Seperti disampaikan dalam hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah Rodiyallahu `Anhu bahwa Rasulullah bersabda:
“Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk.” [HR. Muslim]

6. Hari Allah Menampakkan diri.

Berdasarkan hadis berikut:
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pada Hari Jumat Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.

7. Hari Jum`at adalah Penghulu Hari

Disebutkan dalam “al-Musnad” dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.

8. Hari Dihapuskannya Dosa-Dosa

Salman Al Farisi - rodhiyollohu 'anhu - berkata : Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam - bersabda:
"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian sholat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

Dari Abu Hurairah - rodhiyollohu 'anhu - dari Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
"Sholat lima waktu, dari Jum'at yang satu ke Jum'at yang berikutnya,dari Ramadhan yang satu ke Ramadhan yang berikutnya itu dapat menjadi penghapus dosa-dosa antara jarak keduanya itu, jikalau dosa-dosa besar dijauhi." (Riwayat Muslim)

9. Besarnya Pahala Mengerjakan Sholat Jum`at

Aus bin Aus - rodhiyollohu 'anhu - berkata: Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam - bersabda:
"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shof terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan sholat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah.(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah)

10. Berbagai Keistimewahan dan Keberkahan Serta Adab Hari Jum'at Lainnya.

Abu Hurairah rodhiyollohu 'anhu mengatakan bahwa Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang mandi Jumat seperti mandi junub kemudian berangkat (ke masjid), maka seolah-olah ia berkurban Unta. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang kedua, maka seolah-olah ia berkurban Lembu. Barangsiapa yang berangkat pada saat ketiga, maka seolah-olah ia berkurban Kambing Kibas yang bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang keempat, maka seolah-olah ia berkurban Ayam. Dan, barangsiapa yang berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah ia berkurban Telur. Apabila imam keluar (naik mimbar), maka para Malaikat mendengarkan khutbah.

Abu Hurairah rodhiyollohu 'anhu berkata, "Nabi – shallallahu ‘alahi wasallam -bersabda:

Apabila hari Jumat, maka para Malaikat berdiri di pintu masjid sambil mencatat orang yang datang dahulu, lalu yang dahulu (sesudah itu). Perumpamaan orang-orang yang datang pada waktu yang paling awal adalah seperti orang yang berkurban seekor Unta, berkurban Sapi, berkurban Kambing Kibas, berkurban seekor Ayam, lalu berkurban sebutir Telur. Kemudian apabila imam sudah keluar (dalam satu riwayat: duduk 4/79), para Malaikat itu melipat buku-buku catatannya dan mendengarkan zikir (khutbah). (Shohih Bukhori)

Amr bin Sulaim al-Anshari  rodhiyollohu 'anhu berkata, "Aku bersaksi kepada Abu Sa'id, ia berkata: Saya bersaksi atas Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam, beliau bersabda:

Mandi pada hari Jumat itu wajib atas setiap orang yang sudah baligh (dewasa), menggosok gigi, dan memakai minyak wangi jika ada.'" Amr berkata, "Adapun mandi, maka saya bersaksi bahwa ia adalah wajib. Sedangkan, menggosok gigi dan mengenakan wewangian, maka Allah lebih tahu apakah ia wajib atau tidak. Akan tetapi, demikianlah di dalam hadits." (Shohih Bukhori)

Dari Ibnu Umar rodhiyollohu 'anhu bahwasanya Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

Jikalau seseorang diantara engkau semua mendatangi sholat Jum'at, maka hendaklah mandi dulu. (Muttafaq 'alaih) 

Dari Samurah - radhiyollahu 'anhu, katanya: "Rasulullah Rosululloh shollallahu ‘alahi wasallam bersabda:
Barangsiapa berwudhu' pada hari Jum'at, maka dengan keringanan itu -bolehlah dilakukan dan tanpa mandi- dan itupun sudah baik. Tetapi barangsiapa yang mandi, maka mandi itu adalah lebih utama." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan. 

Dari Abu Hurairah  radhiyollohu 'anhu, katanya: Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang berwudhu' lalu memperbaguskan wudhu'nya kemudian mendatangi sholat Jum'at, lalu mendengarkan -khutbah serta berdiam diri- tidak bercakap-cakap sedikitpun, maka diampunilah untuk antara Jum'at itu dengan Jum'at yang berikutnya dan ditambah pula dengan tiga hari lagi. Barangsiapa yang memegang -mempermainmainkan- batu kerikil -di waktu ada khutbah- maka ia telah berbuat kesalahan. (Riwayat Muslim) 

Abu Hurairah - rodhiyollohu 'anhu - mengatakan bahwa Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam - bersabda:

Apabila kamu mengatakan kepada temanmu, 'Diamlah', padahal imam sedang berkhutbah, maka kamu telah berbuat sia-sia (pahala kamu menjadi sia-sia)." (Shohih Bukhori)

Jabir bin Abdullah - rodhiyollohu 'anhu - berkata:
Seorang laki-laki datang dan Nabi sedang berkhutbah kepada para manusia pada hari Jumat. Lalu beliau bertanya, 'Apakah kamu sudah sholat, hai Fulan?' Ia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Berdirilah dan sholatlah dua rakaat.' (Shohih Bukhori)

Kesimpulan Hari Jumat

Banyak orang menyamakan semua hari (semua waktu), namun ternyata hari Jum`at saja berbeda dengan hari lainnya. Ini sekaligus membuktikan bahwa hari itu tidak sama, setiap waktu itu berbeda. Dalam dunia spiritual metafisika, waktu dan hari bahkan memiliki konektivitas dengan sistem peredaran tata surya (makrokosmos alam semesta / sunnatullah) di mana semua makhluk termasuk juga manusia telah hidup di dalam sistem ini.

Itulah juga mungkin penyebab mengapa Allah beberapa kali meggunakan huruf al-qosam (huruf sumpah) dalam al-Qur`an dan menggandengkannya dengan nama waktu (contoh: demi waktu ashar, demi waktu duha, demi waktu malam,dll) dan nama-nama planet [matahari, bulan, dll], tidak lain supaya kita meneliti sistem yang berlaku sebab kita hidup di antara sistem sunnatullah alam semesta makrokosmos ciptaan Allah ini.


#JumatBerkah
Semoga di Hari Jumat ini 
Ibadah Kita Semakin Mantap
Dosa-dosa kita dihapuskan Allah
Menjadi Muslim Muslimah 
Yang Beriman dan Bertakwa