Arti Kata Budak
Dalam bahasa Indonesia, arti kata budak/bu·dak/ adalah anak atau kanak-kanak, hamba, jongos, anak buah, orang-orang yg diperlakukan seperti barang (aset pribadi, hak milik, budak berlian) yang dapat diperjualbelikan dan bisa dipaksa oleh si pembelinya untuk melakukan apa saja seperti bekerja keras tanpa perlu digaji.

Budak-Budak di Masa ‪‎Lalu‬
Pada masa lalu di era perbudakan, sebagian ‪‎manusia dijadikan ‪budak‬ berlian oleh manusia yang lainnya (oleh penguasa, oleh orang kaya). Para budak ini adalah orang-orang yang dianggap lebih rendah derajatnya bahkan mereka dianggap tak lebih dari sekedar aset berharga yg kapanpun bisa dijual atau bahkan dibunuh oleh pemiliknya jika tidak menguntungkan lagi.

Pada masa perbudakan, para budak diperlakukan tidak manusiawi seperti dipaksa bekerja keras, budak-budak wanita diperkosa oleh tuannya, dipukuli oleh majikan atau pemiliknya, dll. (di zaman sekarang, perlakuan pada seseorang yg seperti itu dianggap bertentangan dengan Hak Asasi Manusia=HAM).

Sebelum ada istilah HAM, secara bertahap, Islam sejak awal kedatangannya telah meminta semua penganutnya untuk menghilangkan rezim perbudakan dan mengajarkan kepada penganutnya sebuah pengertian (paradigma) yang benar tentang manusia dan bagaimana memperlakukan manusia secara sosial, politik, budaya, pergaulan, keluarga, dll.

Islam mengajarkan bahwa derajat manusia (baik lelaki maupun perempuan dalam urusan sebagai hamba yang wajib menyembah ALLAH) adalah sama di hadapan ALLAH. Perbedaan di antara manusia di hadapan Allah, hanyalah pada ‪kualitas ketakwaan‬ mereka.....Artinya, walau anda seorang ‪‎raja,‬ namun tidak memiliki ketawaan maka sesungguhnya anda lebih rendah dari pada ‪‎rakyat‬ jelata yang bertakwa kepada Allah.

Karena itu, tindakan perbudakan bagaimanapun bentuk dan caranya akan bertentangan dengan konsep yang diajarkan oleh Islam yang menghormati hak setiap orang sebagai manusia, memberikan keadilan, dll

arti budak masa kini
Budak-Budak di Masa ‪Kini‬
Jika pada masa lalu, budak lebih berkonotasi pada pemaknaan zahir, yaitu seseorang yang dijadikan budak oleh orang lain.... maka pada masa sekarang, istilah budak mungkin mengalami pengembangan makna, seseorang tidak lagi hanya dijadikan budak oleh orang lain, tapi seseorang telah:
  • diperbudak oleh nafsunya yg tidak disucikan, diperbudak oleh pemikirannya yang sesat,
  • diperbudak oleh perasaan hatinya yang pendendam benci iri dengki,
  • diperbudak oleh pekerjaannya hingga melalaikan kewajiban sholatnya,
  • diperbudak oleh kewewahannya ataupun kemiskinannya sehingga kufur nikmat,
  • diperbudak oleh kesombongannya sehingga dia dipaksa membawa motor/mobilnya dengan sombong di jalanan, dipaksa takabbur karena berilmu, dipaksa sok karena jadi orang hebat, dst,
  • diperbudak oleh ketampanannya ataupun kecantikannya sehingga berzina sebebasnya tdk takut dosa,
  • diperbudak oleh partai politiknya sehingga kehilangan nilai-nilai keikhlasan dalam perjuangannya,
  • diperbudak oleh kelompok-kelompok tertentu yg membawa faham falsu berselimutkan dosa,
  • dan lebih parah lagi, pada akhirnya diperbudak oleh setan/iblis hingga ketika seseorang melewati sakratul mautnya.....
Budak-Budak Lainnya (Semua Masa di Sumatera)
Berikut ini bukanlah budak dalam pengertian di atas, melainkan sebutan untuk seseorang yang masih bujang atau masih anak-anak, di antaranya terdapat dalam bahasa daerah ‪Jambi‬ dan Palembang‬.

Seperti tercantum dalam kalimat-kalimat paragraf dalam bahasa daerah Jambi di bawah ini:
Hai budak keci` kau faham dak apo yang aku tulis di blog nich....kalau kau dak faham jugo, betanyolah,,,jangan jadi macam mak‬ budak tuh hah,,,sudahlah bodo... merasa pintar pula lagi....sudah tuh...sombong pula lagi merasa benar, ngomong sano sini nyalahi orang, bukan hanya itu bae,..paca` pula nyimpan dendam kusumat dengan saudaranyo dewe`,,,dio dak tau kalo Allah bae maha pemaaf,,, macam dio dewe` itu orang suci dakdo punyo dosa.......kalo macam itu, lengkap sudahlah..galo-galonyo yang disebut buruk itu ado di dio....kage` kau tuh salah....baeklah betanyo
Lainnya:
Janji Allah itu Pasti Benar