Sudah pernah dengar Go-Jek? Sebagian besar mereka yg saat ini tinggal di area Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya dan Makassar, mungkin sudah tidak asing dengan Go-jek. Di antara mereka bahkan sudah menjadi pelanggan dan pengguna jasa Go-jek.

Tentang Go-Jek
photo driver Gojek Indonesia
Jika anda terbiasa atau pernah menggunakan transfortasi Tukang Ojek, maka Go-jek mungkin bukanlah hal yang baru bagi anda. Bedanya, Tukang Ojek biasa bekerja secara personal dan tidak terikat aturan perusahaan manapun, sementara Tukang Ojek di Go-Jek berada dalam naungan  perusahaan Go-Jek, yaitu sebuah perusahaan sosial yang bermitra dengan sekelompok tukang ojek yang berpengalaman dan dapat dipercaya untuk memberikan layanan kemudahan one-stop-shop untuk Indonesia (Layanan sekarang tersedia di Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya dan Makassar).

Selanjutnya di Go-Jek, sebutan tukang ojek diganti dengan istilah yang lebih modern menjadi Driver Gojek dan Courier Gojek. Kemudian layanan ditingkatkan tidak hanya terbatas pada sarana transfortasi saja tapi juga meliputi: Kurir Instan, GO-MAKANAN, Belanja & Pengiriman, dan Corporate Services.

Seperti disebutkan di situs resmi mereka www.go-jek.com:
The fastest courier, transport, and shopping service in Jakarta. Your personal time-saver. All your convenience needs in one application 90 minute delivery anywhere in the city. Transparent pricing, Free shower cap and masker. Delivering your favorite food under 60 minutes in JABODETABEK.

Gojek Menjadi Terkenal
Sejak beberapa bulan yg lalu, nama Gojek membooming pertama kali di Jakarta setelah perusahaan Go-Jek mempromosikan jasa mereka di berbagai situs media sosial seperti bbm, fb, twitter, google, dan lainnya. Jika anda pengguna BBM dari Indonesia, sesekali waktu iklan promosi Go-Jek melintasi beranda BBM di handphone anda atau lewat fitur Undangan BBM.

GO-JEK juga pernah diliput oleh media CNN, CCTV, Reuters, ABC Australia, MNC, ANTV, Global TV, Freemagz, The Jakarta Post, The Jakarta Globe, Hers Magazine, Majalah Femina dan banyak lagi.

Hingga saat ini perusahaan GO-JEK telah dianugerahi dengan 5 penghargaan termasuk penghargaan GEPI dalam kategori non-tech yg diberikan oleh Ketua Google Eric Schmidt dan Hilary Clinton, Duta Nasional Mutiara Bangsa BerHasanah, Dompet Dhuafa, MNC Bisnis, dan Best Local App 2015 oleh ID Selular.

Fenomena Gojek
Gojek sempat juga menjadi perbincangan publik,  ketika beberapa waktu yg lalu, perusahaan ini menambah armada drivernya dengan membuka lowongan mitra Driver Gojek baru. Ribuan pelamar yg mengajukan diri datang tidak hanya mereka yg aslinya memang berstatus sebagai tukang ojek tapi juga dari berbagai kalangan, bahkan kabarnya ada pelamar yg berstatus manager dari perusahaan lokal lainnya dan juga seorang Mantan pemain timnas sepak bola Indonesia Anang Ma'ruf yg telah bergabung dengan Go-Jek Surabaya.

Sebagian besar tertarik ingin bergabung di Go-Jek, karena kabar tentang penghasilan Driver Go-Jek yg dianggap besar. Rata-rata penghasilan Driver Go-Jek mencapai Minimal Rp.200rb perhari (atau +/-Rp.6jt perbulan) hingga Rp.1jt perhari (atau +/- Rp.30jt perbulan). Tentu ini penghasilan fantastis yg melampau gaji buruh biasa di pabrik.

Penolakan Atas Keberadaan Gojek?
Sudah umum terjadi, jika hal baru itu ada yg menerima, maka ada juga yg akan menolaknya. Demikian juga dengan keberadaan Gojek.

Penolakan GoJek Dari:
  • Mereka yg hari-hari sudah berstatus tukang ojek di beberapa area tertentu. Namun kami tidak menemukan data statistik tentang hal ini. Penolakan hanyalah bersifat lokal, mengingat umumnya tukang ojek tidak dikoordinir oleh organisasi yg kuat.
  • Transfortasi lain yang sudah lebih dahulu ada dan tentunya jika mereka merasa tersaingi dengan keberadaan jasa Go-Jek. Di antaranya, datang dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta ygn menganggap Jasa Gojek adalah transfortasi ilegal berdasarkan alasan bahwa tidak ada satu pun pasal dalam Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009 tentang Ketentuan Angkutan Umum Orang dan Barang, mengatur soal sepeda motor sebagai kendaraan umum. 
Dukungan GoJek Dari:
  • Masyarakat luas yg telah merasakan manfaat dari jasa Go-jek. Apalagi saat ini, hanya melalui handphone yg telah terinstal Applikasi Go-Jek, pelanggan dengan mudah memesan layanan Go-Jek.
  • Dukungan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada Gojek. Menurut Ahok, saat ini banyak orang yang menggantungkan hidup dari ojek. Banyak juga orang yang terbantu oleh para tukang ojek. Bahkan, dia menilai lebih baik banyak ojek dibanding motor pribadi.
Selanjutnya, apakah PT.GO-JEK Indonesia akan dapat bertahan atau bahkan mampu memprofesionalkan generasi berikutnya Ojek di Jakarta bahkan Indonesia: seperti yg mereka sampaikan:
GO-JEK aspires to professionalize the next generation of Ojeks in Jakarta. We believe that as traffic worsens in our beloved city, Ojeks will increasingly become a valuable asset for Jakarta residents. GO-JEK aims to unleash the full potential of this industry by enabling GO-JEK drivers to provide multiple services that go way beyond transport (source: https://www.facebook.com/gojekindonesia/)

Pada waktunya, jika panjang umur, kita akan mengetahuinya.