Minggu, 30 Agustus 2015

Hadits: Makanan Halalan dan Thoyyiban

Islam tidak hanya mengajarkan kita soal ritual ibadah khusus saja, namun lebih luas dari pada itu, mengajarkan semua hal  aspek kehidupan kita sebagai manusia yang menjadi hamba Allah, termasuk di antaranya mengajarkan tentang apa saja yang boleh dimakan oleh kita yang beriman dan bertakwa kepada Allah.

soraya gadis berjilbab makan nikmat

Makanan Halalan Thoyyiban

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُون

Maka makanlah (makanan) yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah (QS. An-Nahl: 114)

Makanan yg boleh dimakan oleh orang-orang yang beriman harus memiliki 2 standar yaitu:
  • Halalan (Halal), yaitu makanan yang diperoleh melalui cara yang sah menurut syariat (bekerja, milik sendiri, dll). Makanan yg tidak halal atau tidak sah menurut syariat contohnya: hasil curian, kejahatan, perampokan, makanan dari suap, korupsi, dll
  • Thoyyiban (Baik), yaitu makanan yang mengandung gizi vitamin bagi kesehatan tubuh
Hadits-Hadits Tentang Makanan dan Minuman
Tiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram maka api neraka lebih utama membakarnya. (HR. Ath-Thabrani)

Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir -aku makan-)  (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Jika salah satu dari kalian makan lalu makanan tersebut jatuh, maka hendaklah ia memungutnya dan membuang kotorannya kemudian memakannya. Jangan ia biarkan makanan itu untuk setan. (HR. At-Tirmidzi)

Apabila lalat jatuh pada minuman salah seorang dari kalian maka hendaklah ia mencelupkan lalat tersebut kemudian barulah ia buang, sebab di salah satu sayapnya ada penyakit dan di sayap yang lain terdapat penawarnya.  (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sebanyak tiga kali, menyebut nama Allah di awalnya dan memuji Allah di akhirnya. (HR.Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul Yaumi wallailah [472])

Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum, beliau bernafas tiga kali. Beliau bersabda, Cara seperti itu lebih segar, lebih nikmat dan lebih mengenyangkan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila salah seorang dari kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam gelas. (HR. Bukhari)

Jika minum susu maka ucapkanlah, Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu’ (Ya Allah berkahilah kami pada susu ini dan tambahkanlah untuk kami lebih dari itu) karena tidak ada makanan dan minuman yang setara dengan susu. (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman [5957], dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’[381])

Apabila kalian minum susu maka berkumur-kumurlah, karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut. (HR. Ibnu Majah [499])

Umar Ibnu Abi Salamah radhiyallahu’anhuma berkata, “Saya dulu adalah seorang bocah kecil yang ada dalam bimbingan (asuhan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tangan saya (kalau makan) menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menegur saya, ‘Wahai bocah bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu.’ Maka demikian seterusnya cara makan saya setelah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

soraya wanita berjilbab makan nikmat

Seorang yg beriman dilarang memakan makanan yg tidak mengandung 2 standar makanan tersebut di atas. Kajian lebih luas tentang jenis-jenis makanan yg boleh dimakan bisa anda pelajari dalam kitab fiqih dan hadits Rasulillah.
Buat Tautan ke Postingan ini: Hadits: Makanan Halalan dan Thoyyiban

Animasi Button Soraya: Animasi Soraya copy dan paste di widget sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Hadits: Makanan Halalan dan Thoyyiban